Selamat Datang Di Blog Informasi Desa Muara Panco Barat ............ Di Sini Anda Akan Mendapatkan Dan Melihat Kegiatan-Kegiatan Di Desa Muara Panco Barat

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

Semarak Tahun Baru 1433 Hijriah di Jambi

Citizen6: Liputan6 Aktual Tajam Terpercaya

Citizen6, Merangin: Momentum tahun baru Islam 1 Muharam 1433 Hijriah, dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan oleh Masyarakat Muara Panco, Renah Pembarap, Merangin. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Baitussalam, Muara Panco berlangsung semarak. Kegiatan yang dilaksanakan yang di pelopori oleh karang taruna dan remaja Masjid Muara Panco Barat dan Muara Panco Timur sebagai kegiatan rutinitas tahunan dalam program karang taruna. Masyarakat dan jama’ah yang hadir pada kegiatan ini berasal dari berbagai desa dalam tiga kecamatan yakni Kecamatan Sungai Manau, Pangkala Jambu dan Renah Pembarap termasuk remaja dalam Desa Muara Panco, dan para santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di dalam kecamatan Renah Pembarap. Selengkapnya

Selasa, 02 Agustus 2011

Babantai Kerbau, Tradisi Masyarakat Muara Panco Meyambut Bulan Suci Ramdahan

KabarIndonesia - Babantai, merupakan tradisi yang sulit ditinggalkan oleh masyarakat kabupaten Merangin khususnya masyarakat Muara Panco Kecamatan Renah Pembarap karena kegiatan sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat sejak dari nenek moyang dulu Selengkapnya

Selasa, 10 Mei 2011

Lomba Kebersihan Tingkat Desa Muara Panco Barat Rampung

KabarIndonesia - Tim juri lomba kebersihan kampong tingkat Desa Muara Panco Barat Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin Jambi, telah melakukan penilaian terhadap lima Dusun dalam Desa Mara Panco Barat. Lima Dusun tersebut bersaing memperebutkan juara pertama, kedua dan ketiga, dengan total hadiah Rp 3 juta yang diberikan dalam bentuk piala dan uang. Pemenangnya sendiri, direncanakan akan diberikan oleh Bapak Bupati merangin mendatang.Selengkapnya

Rabu, 23 Maret 2011

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MUARA PANCO BARAT MENGELOLA KEBERSIHAN

Kebersihan merupakan salah satu masalah klasik sebuah wilayah hunian, persoalan serius yang dialami hampir semua Desa di Indonesia termasuk Desa Muara Panco Barat. Mengubah prilaku warga untuk hidup bersih memang sulit. Namun, untuk menuju perubahan prilaku, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Dengan mengadakan lomba kebersihan Kampung dinilai layak dijadikan strategi dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan. Walaupun masih ada sebagian masyarakat yang kurang taat dalam mengikuti aturan-aturan kebersihan, terutama dalam membuang sampah. Masyarakat kurang taat dengan waktu dan tempat pembuangan sampah. Hal inilah yang tengah dihadapi Pemerintahan Desa Muara Panco Barat untuk menjadikan Desa-nya menjadi Desa Bersih.

Kendala lain yang juga dihadapi Pemerintahan Desa Muara Pancoi Barat pengelola kebersihan adanya pembuangan sampah oleh masyarakat di sembarang tempat. Disatu sisi perlu dicatat meningkatnya volume sampah di beberapa tempat di sudut Desa, terutamanya lagi di di Got-got depan rumah warga, erat kaitannya dengan jumlah penduduk. Belum lagi sampah-sampah dari alam dan tumbuh-tumbuhan.

Bangkitkan Prilaku Bersih Melalui Lomba Menghadapi kenyataan permasalahan kebersihan lingkungan, terutamanya belum maksimalnya partisipasi peran serta masyarakat dalam ikut mengelola kebersihan lingkungan. Beberapa waktu lalu, Salah satu perangkat Desa, Jammatul Muslimin mengeluarkan ide cerdas dan cemerlang dalam memompa peran serta warga Muara Panco Barat dalam mengelola kebersihan melalui lomba kebersihan lingkungan Kampung. Gagasan lomba kebersihan ini barang tentu memacu semangat masing-masing Kampung dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Tidak semata-mata kebersihan masing-masing lingkungan, namun lomba kebersihan ini juga akan memperindah Desa Muara Panco Barat. Tidak bisa dipungkiri sejak mulai diwacanakannya lomba pertama kalinya ini, masyarakat Desa Muara Panco Barat bergiat diri melakukan aktivitas kebersihan di lingkungan kampong masing-masing.

Lomba kebersihan antar Kampung yang pertama kali dilaksanakan, penilaiannya tidak semata-mata menialai kebersihan sesaat. Sebaliknya lebih menekankan pada perilaku masyarakat untuk hidup bersih. Melihat masih cukup banyaknya warga yang tak mempedulikan kebersihan lingkungan. Misalnya saja kebiasaan membuang sampah sembarangan, dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada dilingkungannya. Atau masih ada diantara warga membuang sampah ke dalam saluran got yang ada di depan rumah. Kebiasaan asal buang tersebut, tentu saja akan memunculkan persoalan baru. Seperti sumber penyakit dan bau tidak sedap. Demikian juga dengan kebiasaan membuang sampah di got, yang masih banyak dilakukan masyarakat. Bagi mereka yang berada di hulu mungkin tidak ada masalah. Tapi mereka yang bermukim dihilir yang akan merasakan dampaknya. Padahal jika terjadi musibah, merupakan ancaman bagi banyak orang. Sesungguhnya yang terpenting bagaimana menumbuhkan perilaku hidup bersih dikalangan warga. Jika perilaku hidup bersih sudah menjadi kebiasaan, dapat dipastikan lingkungan akan menjadi bersih.

Menilai sebuah Kampung dari segi kebersihan, tentu akan membawa dampak yang positif, jika dilakukan terus menerus dengan kesadaran warga Kampung. Ada tidak lomba kebersihan, Kampung mestinya tetap bersih, termasuk lingkungannya. Tingkat kebersihan tersebut sangat tergantung dari penduduk Kampung. Jika penduduknya tidak tertib dan taat jadwal dalam membuang sampah, masih berprilaku tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan, maka akan memiliki konsekwensi kurang sadarnya masyarakat tersebut dengan kebersihan. Kebersihan memiliki hubungan langsung dengan tertibnya warga Kampung dalam memenuhi administrasi desa, termasuk dalam memanfaatkan lingkungan untuk lahan mencari penghidupan setiap hari. Bagaimana lingkungan Kampung mau bersih jika warga Kampung masih tidak tertib dan tidak peduli terhadap kebersihan yang berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat setempat?

Biasanya pelaksanaan sebuah perlombaan, lebih mengutamakan hadiah yang diperebutkan. Akan tetapi berbeda dengan lomba kebersihan yang dilaksanakan oleh Desa Muara Panco Barat . Sasaran yang ingin dicapai bukan saja bersih pada saat lomba, namun lebih dari itu melalui lomba kebersihan Kampung masyarakat diharapkan termotivasi dan terbiasa melakukan kebersihan dilingkungan Kampungnya masing-masing. Sasarannya lomba bukanya sekadar mencari siapa yang mampu mengelola kebersihan pada saat lomba tapi terpenting bagaimana dengan kegiatan ini bisa mengubah prilaku warga agar hidup bersih. Program kepedulian terhadap kebersihan memang harus dimulai dari hal-hal yang praktis. Peduli lingkungan hendaknya menjadi budaya warga. Lomba semacam ini jangan hanya di Desa Muara Panco Barat saja, namun bagaimana lomba kebersihan ini menjalar ke desa lainnya di Kabupaten Merangin ini, tentunya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Merangin dalam mengelolanya, agar ke depan Kabupaten Merangin tidak lagi dikelilingi masalah kebersihan.
Penulis : Mohd Khalid (Kaur Umum Desa Muara Panco Barat ).

Minggu, 27 Februari 2011

Masyarakat Muara Panco Butuh Bantuan Pihak Pemerintah Dalam Mengatasi Masalah Ribuan pohon Duku Yang Mati Terserang Hama


Buah duku asal Desa Muara Panco Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi, merupakan salah komoditi andalan di Propinsi Jambi yang sudah dikenal secara nasional. Bahkan sudah mendapatkan sertifikasi Varietas ungul nasional dari Menteri Pertanian. Duku Muaro Panco punya ciri khas tersendiri. Isinya berwarna bening, berbiji kecil, rasanya sangat manis. Sampai Saat ini hama yang menyerang pohon duku Muara Panco, yang membuat ribuan pohon duku mati.

Hal ini telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Namun pemerintah belum berusaha maksimal untuk mengatasi permasalahan ini, kalau permasalahan ini tidak diatasi dengan serius dan secepat nya mugkin duku muara panco hanya tinggal nama nya saja.

Kepala Desa Muara Panco Barat , H. Ishak, mengatakan, pohon duku yang terserang hama dalam beberapa tahun ini berkisar 40% dari tanaman duku yang berada dalam Desa Muara Panco Barat dan Muara Panco Timur. Permasalahan hama yang menyerang duku Muara Panco ini sudah beberapa kali diadakan penelitian oleh pihak Kabupaten dan Provinsi Jambi namun hasil nya sampai saat ini hama yang menerang duku masih berlangsung.

Lebih Lanjut Kades mengharapkan kepada Pemerintah untuk secepatnya mengatasi permasalahan ini “ kami butuh bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah ini kalau tidak apalah artinya Sertifikat varietas unggul nasional duku Muara Panco dari Menteri Pertanian yang kami pegang, kalau pohon duku nya sudah mati semua”.

Jumat, 05 Februari 2010

Berita-Berita

Desa Muara Panco Musim Panen Besar Buah Durian
Oleh : Mohd Khalid, S.th.i (alip Vancho) | 12-Nov-2009, 02:19:47 WIB

KabarIndonesia - Ketika tiba musim durian Suasana di kebun durian rakyat di Desa Muara Panco Barat, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, Selengkapnya>>

Menteri Pertanian Serahkan Sertifikat Nasional Duku Muaro Panco
Senin, 14 Desember 2009 01:37

BANGKO – Warga Desa Muaro Panco Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi, ketiban rezeki. Musim buah duku tahun ini sangat banyak. Bertepatan dengan musim duku, menteri pertanian (mentan) memberi sertifikat nasional terhadap duku Muaro Panco. Prosesi penyerahan sertifikat nasional duku Muaro Panco digelar di Muaro Panco, Senin (14/12). Selengkapnya>>

Jumat, 12 Juni 2009

Berita


Baru Dapat Sertifikasi Prioritas Unggul Nasional, Duku Muaropanco Malah di Serang Hama
Oleh : Mohd Khalid 27-Mei-2009, 04:29:29 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - BANGKO JAMBI. Para petani duku di Desa Muaropanco Barat Kabupaten Merangin Jambi dan sekitarnya di Renah Pembarab Kabupaten Merangin akhir-akhir mengeluh. Pasalnya, mereka yang baru mendapat sertifikasi nasional, tapi tanaman duku mereka malah diserang hama. Bahkan sudah puluhan batang duku milik warga yang mati dan batangnya diserang penggerek batang. Padahal baru saja 2009 ini, Duku Muaropanco yang manis dan harum mendapat Sertifikasi Prioritas Unggul dari menteri Pertanian RI.

''Petani duku mengeluhkan banyaknya batang duku mereka yang mati,'' kata Alip Vancho, Ketua Karang Taruna Muaropanco kepada iKabar Indonesia, di Bangko.Menurut dia, puluhan batang duku diserang hama penyakit dan mati tersebut belum diketahui secara pasti penyebabnya Apalagi petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Merangin sama sekali belum turun ke lokasi. 'Kemungkinan dipicu adanya ulat penggerek batang. Buktinya, batang duku, baik yang usia ratusan tahun dan yang masih muda sudah banyak yang rusak batangnya, karena dimakan ulat,'' tutur warga lainnya.
Sedangkan Ketua Karang Taruna desa Muara Panco Barat sudah melayangkan surat resmi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Merangin, soal adanya serangan hama terhadap batang duku akhir-akhir ini, tapi belum ada juga petugas yang turun untuk melihat dan mengobatinya. ''Sepertinya petani hanya bisa pasrah, menerima cobaan ini,” katanya.
Tak begitu resahnya warga, lanjutnya, lantaran saat sekarang ini tidak ada duku yang berbuah ataupun berbunga. Tapi jika sedang berbunga atau berbuah, lalu diserang hama, maka sudah banyak warga yang panik. Apalagi semua masyarakat di Muaropanco dan sekitarnya memiliki pohon duku.
Sementara jumlah batang duku di Muaropanco mencapai 37.900 batang atau sekitar 25.350 batang sudah produksi. “Kalau duku berbuah, sudah banyak dari luar daerah yang langsung membeli duku di Muaropanco ini. Pendapatan petani duku juga meningkat,” kata Alip Vancho.
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:http://kabarindonesia.com/
Selamat Atas Dilantiknya Jamatul Muslin SebagaiKepala Dsa Muara Panco Barat Periode 2012-2018"
Photobucket
Photobucket
Banner PNF
Terimo Kasih Atas Kunjungan Nyo